rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, February 4, 2015

Syukur dan Sabar

Tanda keimanan seseorang muslim itu terletak pada Syukur dan Sabar karena Islam mengajarkan tentang berserah diri yang didalamnya harus ada Syukur dan Sabar. Berikut adalah salah satu kisah dari Jaman Keemasan Islam.

Pada suatu hari Panglima Harun Ar Rasyid berburu di hutan dengan beberapa pengawal, Harun Ar Rasyid tiba-tiba saja merasa kehausan maka dicarilah rumah penduduk sekedar untuk meminta air bersih.

Ada sebuah gubuk yang ditemukan salah satu pengawal nya tapi penghuni rumah itu tak mau membuka kan pintu. "Maaf, Tuan. Saya tak bisa membuka kan pintu pada orang lain sebelum suami saya pulang." Sahut perempuan di balik pintu gubuk tersebut.

"Tahu kah anda bahwa kami bersama panglima negeri ini? Atau setidaknya boleh kau keluar sekedar memberi minun" Bujuk salah satu pengawal

Wanita tak langsung menjawab dia diam sejenak, lalu berkata "Saya tetap tak bisa, saya akan keluar setelah suami saya datang"

Saat itu terdengar lah teriakan dari kejauhan yg kian mendekat, seorang lelaki tua lagi jelek. Perempuan itu segera keluar dan menyalami lelaki itu ternyata itu suami nya. Perempuan itu sangat cantik sampai Panglima terpesona melihatnya.

Suami itu memarahi istri nya, tidak jelas apa yg di ributkan. Setelah sang suami pergi kembali, Harun bertanya pada perempuan tersebut "Kenapa kau memilih pria tua lagi jelek perangai nya? Apa kau di paksa orang tua untuk menikah dengan nya?

Perempuan itu tersenyum lalu menjawab "Tidak, Tuan. Saya telah bersyukur karena Tuhan menganugrahi saya dengan wajah yang cantik dan tak ada cacat sama sekali. Tapi saya menerima menikah dengan nya karena Tuhan yang menjodohkan supaya saya bisa bersabar, Bukankah kunci keimanan seorang muslim itu terletak pada syukur dan sabar?"

NB : Syukur tak akan lengkap tanpa adanya sabar, begitu pun sabar tak akan lengkap jika kita tak bisa bersyukur. Berserah diri lah pada Allah.

0 comments:

Post a Comment