rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Saturday, April 11, 2015

Tip dan Etika Seorang Da'i

Tentang Debat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

Allahuma Shalli ala Muhammad

Rasulullah Saw bersabda "Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah ialah yang sangat gemar berdebat dengan gigih” (HR.Bukhari, Muslim, At-Tirmizi dan An-Nasa’i).

Astaghfirullahal adzim. Kita termasuk kedalam orang yang suka berdebat, ya dulu karena tidak tahu dan kepancing hawa nafsu.

Baik posisi kita dalam keadaan benar atau salah sudah seharusnya kita tak terpancing untuk berdebat, semakin kita keras berdebat semakin menunjukan kelemahan kita. Alangkah baiknya kita istighfar karena dalam perdebatan akan memunculkan ego, sikap merasa paling benar dan selalu mencari celah kesalahan orang lain.

Nabi Muhammad saw bersabda “Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam posisi ia bersalah niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di sekitar surga. Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam posisi ia benar niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di tengah-tengah surga. Dan barangsiapa yang baik akhlaqnya niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di ketinggian surga. (HR.Abu Dawud,Tirmidzi,Ibnu Majah dan Baihaqi).

Pembentukan akhlak memang seharusnya kita bina karena dakwah yang paling baik adalah kita menjadi contoh bagi orang lain dengan akhlak kita.

Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu, maka baginya neraka…neraka.”(HR. Tirmidzi dan ibnu Majah).

Naudzubillah.....

Friday, April 3, 2015

Tobat

Mutiara Tauhid

3. Tobat

Ibadah bathin selanjutnya adalah tobat, Tobat hukum nya wajib, karena ini berdasarkan firman Allah Swt.

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (at-Tahrim: 8)

Selain itu Rasulullah Swt juga selalu istighfar setiap hari . . .
Ini juga salah satu ibadah bathin yang tentu nya sering terlewatkan oleh kebanyakan dari kita.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.” (HR Bukhari)

Syarat Tobat

Tobat menurut para ulama harus mencakup ketiga syarat, jikà salah satu dari ketiga syarat ini tidak terpenuhi maka tobat nya batal atau tidak sah, antara lain ;

1. Harus meninggalkan maksiat yang telah dilakukan
2. Menyesali perbuatannya
3. Bertekad tidak melakukannya kembali

Ingatlah! besar nya dosa besar tak akan seberapa jika kita lekas langsung bertobat dan kecil nya dosa kecil tak akan disebut dosa kecil jika kita melakukan terus menerus. Bukan masalah besar kecil nya dosa tapi kepada siapa kita berdosa? Semoga Allah Swt selalu mngampuni hamba Nya yang senantiasa bertobat, Amin Ya Robal Alamin.

Penulis : Uwaiz Al Baihaqi
Referensi : Kitab Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi)

Tafwidz

Mutiara Tauhid

2. Tafwidz

Tafwidz berarti menyerahkan makna nya pada Allah swt. Dalam Mutiara Tauhid, Tafwidz berarti pasrah menerima segala hal yang Allah Swt beri.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Qs. 2 : 216)

Janganlah kau mengeluh dan berkeluh kesah jika kau tak mendapatkan apa yang kau inginkan! Sungguh Allah Swt lebih tahu apa yang terbaik lebih dari yang kamu tahu.

Ucapkanlah selalu Alhamdulillah, jangan merasa dirimu yang paling menderita di dunia ini, sampai frustasi apalagi bunuh diri karena itu semua adalah ujian dari Allah Swt.

Qs. Al-Ankabut : 2-3

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

Banyak sekali umat kalangan remaja khususnya berkata "Saya kurang sabar apa, cba?!" Atau ada yang berkata "Saya sudah baik ma kamu, tapi kenapa kamu jahat?" Atau juga "Saya sudah shalat, beramal kepada Allah Swt. Kenapa saya jadi fakir sekarang? Sungguh tak adil"

Kebanyakan umat lupa bahwa tebusan tuk semua amal atau segala hal yang Allah AMBIL dari mereka adalah SURGA. Apakah benar Amal dan Segala Uang/Harta mu sebanding dengan surga yang kekal? Apakah benar kau hanya menginginkan surga tapi hanya mengerjakan shalat 5 waktu tanpa adanya tafwidz.

Qs. At-Taubah : 111

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka denganmemberikan jannah/surga untuk mereka…”

Penulis : Uwaiz Al Baihaqi

Wednesday, April 1, 2015

Tawakal

Mutiara Tauhid

Bismilah.... Allahuma Shalli Ala Muhammad,

1. TAWAKAL

Ibadah Bathin yang wajib bagi seorang muslim adalah Tawakal. Kebanyakan orang mengenal ibadah itu hanya rukun Islam(Shalat, puasa, zakat, dll) padahal di kitab Al Qur'an ada ibadah-ibadah pada Allah Swt yang tak terlihat oleh gerakan-gerakan seperti hal nya shalat, salah satu nya Tawakal.

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal."(QS: Ali Imran Ayat: 160)

Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut,"Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram."

Menurut Imam Ahmad bin Hambal.Tawakal merupakan aktivitas hati, artinya tawakal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan. (Al-Jauzi/ Tahdzib Madarijis Salikin, tt: 337)

Tawakal itu bisa diartikan juga yakin tapi bukan berarti yakin akan kebijakan Allah Swt lantas ia tidak ada usaha di dunia, Pada zaman Rasulullah saw ada seorang sahabat yang meninggalkanuntanya tanpa diikat lebih dahulu. Ketika ditanya, mengapa tidak diikat, ia menjawab, "Saya telah benar-benar bertawakkal kepada Allah". Nabi saw yang tidak membenarkan jawaban tersebut berkata,"Ikatlah dan setelah itu bolehlah engkau bertawakkal."

Tawakal itu tidak ada hari untuk mengeluh kepada makhluk kecuali kepada Allah Swt. Karena kita sudah MEMPERCAYAKAN diri kita pada Allah Swt.

Kadangkala sering sekali kita jumpai orang yang mendapatkan uang sehabis gajian berkata "Wah uang segini mana cukup, belum lagi harga BBM naik, beras naik,..." atau "Mana bisa aku hidup miskin pasti aku kelaparan..."

Padahal semua peristiwa itu belum terjadi, toh tetap kita harus berusaha sekuat hati. Kita percayakan semua pada Allah jangan cemas karena ada hal hal yang kita anggap sulit di depan kita tapi sebenarnya Allah Swt sudah menjamin nya.
Bisa kah kita beribadah Tawakal? Jawabanya HARUS BISA. Karena itu ada di ayat Al Qur'an ... Kalau tak bisa karena khilaf maka ucapkanlah Istighfar dan jika tertimpa musibah ucapkanlah Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Seperti hal nya shalat kenapa kita tidak bisa khusyu? Jawabannya karena kita masih kurang yakin Allah Swt melihat kita. Begitupun kenapa kita susah bertawakal itu karena kita tidak yakin Allah Swt akan menjamin hidup kita.

Semoga bisa diambil Manfaat, Walhamdulillah...

Wednesday, March 11, 2015

Dakwah Dengan Cara Unik

Seorang ulama memang biasanya identik dengan ceramah dan khutbah di depan mimbar, berbeda dengan yang satu ini.

Sebut saja ulama tersebut bernama Fulan, beliau tiap hari memancing bersama masyarakat sekitar. Masyarakat yang rata-rata awam akan paham keagamaan dan lebih suka memancing daripada shalat.

Tiap kali si Fulan datang kesana untuk memancing pasti selalu dapat ikan besar dan banyak.
"Gue heran, kira-kira tuh orang punya jampi-jampian apa ya?" Celetuk salah satu warga yang suka memancing.

Para mancing mania pun dibuat penasaran akan hal ini. Maka mereka pun menyelidiki ada "jimat" apa yang dimiliki si Fulan. Si Fulan tiap kali adzan berkumandang beliau berhenti memancing, hal itu pun dituruti para pemancing lain karena dianggap itu sebagai salah satu rahasianya.

Dan ketika selesai adzan beliau pergi dari tempat pemancingan yang dianggap mereka sebagai waktu istirahat, maka mereka para pemancing mania pun melakukan hal sama.

Tapi tetap saja mereka tak bisa mendapatkan ikan yang banyak seperti si Fulan. Lalu, karena penasaran salah satu dari mereka bertanya ke si Fulan. "Saya heran, anda kok bisa mendapatkan ikan terus dengan mudah sementara yang lain kesulitan?" Tanya salah satu pemancing.

"Itu semua atas ijin Allah..." Jawab si Fulan dengan santai.

"Allah...?" Si pemancing kebingungan karena tak pernah tahu soal agama.

Maka si Fulan pun menjelaskan tentang Islam dan Allah Swt. Hari kian hari masyarakat pun semakin penasaran, bukan penasaran pada kegiatan mancing tapi penasaran akan Allah swt dan Islam. Sampai sekarang daerah itu pun jadi daerah yang taat akan keagamaan nya, daerah yang Masjid nya selalu penuh. Tak pernah terlihat perempuan-perempuan gadis di siang hari kecuali saat akan shalat maghrib mereka beramai-ramai mengaji. Daerah di salah satu kota yang dikenal dengan kota santri.

Subhanallah, Itu semua atas ijin Allah swt. :)

Friday, February 27, 2015

BENARKAH IMAN MU LEBIH MULIA

Oleh : Uwaiz Al Baihaqi

Assalamu'alaikum wr wb.

Bismillahirohmanirrohim
Alhamdulillahi robbil alamin
Allahuma Shalli Muhammad,

Baca komentar dari Fransisco Rukawa Akin dan Detektif Raflee mengingatkan saya pada kisah yang di ceritakan ustadz ke saya. Bahwa belum tentu yang sering shalat dan mengaji iman nya bisa sekuat seorang muallaf, Justru para muallaf bisa merasakan merinding dan bergetar saat membaca atau mendengar Al Qur'an sementara kita yang sering mendengarnya justru biasa-biasa saja. Memang keharusan manusia untuk memilih yang baik walaupun terkadang kita akan terbawa pada kegelapan dari kegelapan itu kita belajar banyak hal tapi bukan berarti kita harus memilih jalan gelap hehe ya jalan gelap psti kita hadapi dan seharusnya kita berusaha tuk kembali ke jalan yang diridhai Nya. :)

Al kisah ada seorang tua yang mempunyai penyakit yang dia tak tahu kemana agar bisa sembuh, lalu ada seseorang berkata padanya bahwa hanya Allah Swt yang bisa menyembuhkannya. Maka dicarilah olehnya Allah Swt,  dia berkelana kesana kemari mencari Allah tuk menyembuhkan penyakitnya(entah penyakit kulit atau apa aku lupa xD).

Dalam perjalanan dia bertemu dengan seorang kiyai(ulama) dan bercerita soal pnyakitnya serta perjalanannya menemui Allah swt.
"Baiklah, nanti jika bertemu Allah Swt tolong tanyakan di surga tingkat berapa aku kelak?" Kata yang Kiyai.
Si pak Tua sebut saja Herp, menganggukan kepala lalu melanjutkan perjalanan, Di tengah perjalan ia di hadang rampok, tapi naas ternyata rampok itu tak mendapatkan apa-apa karena di saku buruan nya hanya ada uang kertas 500 perak.
Lalu rampok itu pun menanyakan sebenarnya mau kemana si Kakek itu, sang kakek pun menjelaskan bahwa ia ingin menjumpai tuhan untuk menyembuhkan penyakitnya, Si rampok tertawa terbahak-bahak "Hahaha orang yang lucu, Kalau begitu jika kau bertemu Tuhan kelak! Tanyakan aku di neraka tingkat berapa nantinya?" Kata si Rampok.

Si kakek pun melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu seseorang yang bisa menyembuhkan nya, kata orang tersebut itu semua atas ijin Allah Swt. Si kakek pun menceritakan apa yang di laluinya selama perjalanan ke tabib tersebut.

Saat perjalanan pulang ia kembali bertemu dengan Kiyai yang dulu menanyakan ttg kedudukan nya di surga, maka si kakek bilang bahwa Kiyai itu akan masuk neraka. Seketika itu juga si Kiyai jdi murtad dan berpaling lalu mengerjakan amalan2 ahli neraka.

Selanjutnya si kakek juga bertemu dengan si rampok, lalu rampok itu menanyakan "Widih....Udah sembuh kek?" Seru nya pada sang kakek.

"Iya atas ijin Allah" Balas si kakek.
Lalu rampok menanyakan perihal dirinya yg akan dimasukan ke neraka tingkat mana?
Si kakek pun menjawab bahwa abang rampok itu termasuk golongan ahli surga. Berbahagialah si rampok maka rampok pun menjadi tobat dan mengerjakan amalan-amalan surga.

***
Dari cerita diatas dapat dilihat bahwa Si Kiyai telah takabur atau sombong berfikir dengan percaya dirinya bahwa bakal masuk surga bahkan ditanya surga tingkat berapa? Sementara si Rampok sadar diri dengan amalan nya dan brfikir dia pasti bakal masuk neraka....

Mutiara Hadits
"Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.”(Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalamBad’ul Khalq)

Semoga bisa di ambil hikmah nya,
Wassalam....

Wednesday, February 25, 2015

Nasehat Ustadz

Tadi ketika pulang kerja, ustadz memberiku beberapa nasehat yang menurutku sungguh luar biasa.

Beliau menuturkan bahwa manusia itu lupa ilmu itu sebenarnya buat ditanamkan di dirinya sendiri, di hati nya. Begitu ungkapnya secara halus dan santai.Lalu, lanjut beliau bahwa manusia itu kebanyakan menggunakan ilmu itu untuk mengoreksi kesalahan orang lain dan bukan untuk mengoreksi apa yang ada dalam diri.

"Semut di seberang lautan keliatan tapi gajah di pelupuk mata tak tampak" Gumam ku...

Beliau tersenyum lalu kembali bicara "Itu kan untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Dalam ilmu sebenarnya bukan untuk bagaimana menyalahkan orang tpi bagaimana caranya kita bisa mengarahkan orang lain. Contoh saja Umar Bin Khattab, beliau berwatak keras baik sebelum atau sesudah Islam, itu gak bisa berubah. cuman....." Ustadz agak menekan kan kalimat nya "Di Islam watak kerasnya lebih diarahkan jadi lebih bisa kemana yang harus dikerasi, Umar walaupun watak keras seperti itu tapi tetep ketika Rasulullah menegurnya Umar akan diam dan lembut" Jelas beliau.

Seperti itulah kelak kita pada istri/suami kita, kita memang tak bisa mengubah watak atau karakter bawaan nya tapi kita bisa mengarahkannya ke arah yg baik.

Semoga bisa diambil Hikmah nya.....