Tadi ketika pulang kerja, ustadz memberiku beberapa nasehat yang menurutku sungguh luar biasa.
Beliau menuturkan bahwa manusia itu lupa ilmu itu sebenarnya buat ditanamkan di dirinya sendiri, di hati nya. Begitu ungkapnya secara halus dan santai.Lalu, lanjut beliau bahwa manusia itu kebanyakan menggunakan ilmu itu untuk mengoreksi kesalahan orang lain dan bukan untuk mengoreksi apa yang ada dalam diri.
"Semut di seberang lautan keliatan tapi gajah di pelupuk mata tak tampak" Gumam ku...
Beliau tersenyum lalu kembali bicara "Itu kan untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Dalam ilmu sebenarnya bukan untuk bagaimana menyalahkan orang tpi bagaimana caranya kita bisa mengarahkan orang lain. Contoh saja Umar Bin Khattab, beliau berwatak keras baik sebelum atau sesudah Islam, itu gak bisa berubah. cuman....." Ustadz agak menekan kan kalimat nya "Di Islam watak kerasnya lebih diarahkan jadi lebih bisa kemana yang harus dikerasi, Umar walaupun watak keras seperti itu tapi tetep ketika Rasulullah menegurnya Umar akan diam dan lembut" Jelas beliau.
Seperti itulah kelak kita pada istri/suami kita, kita memang tak bisa mengubah watak atau karakter bawaan nya tapi kita bisa mengarahkannya ke arah yg baik.
Semoga bisa diambil Hikmah nya.....







0 comments:
Post a Comment