rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, February 25, 2015

MARILAH KITA PERGI


Mutiara Hikmah diambil dari kitab Riyadhus Shalihin Imam Nawawi

Dari Samurah bin Jundub ra. ia berkata: Rasulullah saw. sering bertanya kepada para shahabatnya: “Adakah salah seorang di antara kalian yang bermimpi?” Maka para shahabat, pun menceritakan kepada beliau apa yang diimpikannya.Pada suatu pagi beliau bersabda kepada kami: “Tadi malam ada dua orang yang mendatangiku dan berkata: ‘Mari kita pergi.’ Dan akupun pergi bersama dua orang itu. Di dalam perjalanan itu kami mendapati seseorang yang berbaring di dekatnya ada seseorang lagi yang bediri dengan memegang batu yang cukup besar,lantas ia memukul-mukulkan batu itu ke kepala orang yang berbaring, sehingga remuklah kepala dan batu itu menggelinding kesana kemari.
Setelah kepala yang remuk itu pulih kembali maka orang yang berdiri itu mengambil batu tersebut dan berbuat seperti apa yang diperbuatnya sebelumnya.Aku bertanya kepada dua orang itu: ‘Mahasuci Allah, apakah ini?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’ Maka kamipun melanjutkan perjalanan. Kemudian saya mendapatkan seseorang yang berbaring terlentang, sedang di dekatnya ada orang lain yang berdiri dengan memegang semacam gergaji dari besi, kemudian ia membelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampi ke tengkuknya, dan dari mulai mata sampai ke tengkuknya, kemudian pada sisi muka yang lain denganperlakuan yang sama dengan sisi muka yang pertama. apabila telah selesai, maka muka itu utuh kembali dan apabila sudah utuh maka diperlakukan lagi seperti sebelumnya.
Aku (Nabi saw.) bertanya: ‘Mahasuci Allah, siapakah orang-orang itu?’Tetapi kedua orang itu berkata: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan semacam tungku yang sangat besar dan aku mendengar bahwa di situ ada ribut-ribut dan suara-suara yang mengerikan, kemudian aku melihatnya. Dan di situ ada orang-orang laki-laki dan perempuan yang telanjang serta dinyalakan api dari bawah, apabila api itu didekatkan kepada mereka maka menjeritlah mereka itu. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka itu?’ tetapi kedua orang itu berkata: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sungai yang berwarna merah seperti darah, dan di dalam sungai itu ada orang yang sedang berenang, dan di tepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu.
Apabila orang yang berenang itu sudah sampai ke tepi, maka orang yang mengumpulkan batu itu mendekatinya kemudian ia membuka mulutnya lantas dimasukkanlah batu itu kedalam mulutnya. Setelah itu ia kembali berenang dan kembali lagi ke tepi. Setiap kali ia kembali ke tepi ia membuka mulutnya lantas dimasukkanlah batu ke dalam mulutnya. Aku bertanya kepada dua orang itu
: ‘Siapakah orang-orang itu?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan seseorang yang sangat kejam dan di dekatnya ada api yang menyala dan ia selalu mengelilinginya. Aku bertanya kepada kedua orang itu: ‘Siapakah ini?’ Tetapi kedua oran itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kit!Dari Samurah bin Jundub ra. ia berkata: Rasulullah saw. sering bertanya kepada para shahabatnya: “Adakah salah seorang di antara kalian yang bermimpi?” Maka para shahabatpun menceritakan kepada beliau apa yang diimpikannya.Pada suatu pagi beliau bersabda kepada kami: “Tadi malam ada dua orang yang mendatangiku dan berkata: ‘Mari kita pergi.’ Dan akupun pergi bersama dua orang itu. Di dalam perjalanan itu kami mendapati seseorang yang berbaring di dekatnya ada seseorang lagi yang bediri dengan memegang batu yang cukup besar,lantas ia memukul-mukulkan batu itu ke kepala orang yang berbaring, sehingga remuklah kepala dan batu itu menggelinding kesana kemari. Setelah kepala yang remuk itu pulih kembali maka orang yang berdiri itu mengambil batu tersebut dan berbuat seperti apa yang diperbuatnya sebelumnya.Aku bertanya kepada dua orang itu: ‘Mahasuci Allah, apakah ini?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’ Maka kamipun melanjutkan perjalanan. Kemudian saya mendapatkan seseorang yang berbaring terlentang, sedang di dekatnya ada orang lain yang berdiri dengan memegang semacam gergaji dari besi, kemudian ia membelah salah satu sisi mukanya yaitu dari mulut sampai ke tengkuknya, dari hidung sampi ke tengkuknya, dan dari mulai mata sampai ke tengkuknya, kemudian pada sisi muka yang lain denganperlakuan yang sama dengan sisi muka yang pertama. apabila telah selesai, maka muka itu utuh kembali dan apabila sudah utuh maka diperlakukan lagi seperti sebelumnya. Aku (Nabi saw.) bertanya: ‘Mahasuci Allah, siapakah orang-orang itu?’Tetapi kedua orang itu berkata: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan semacam tungku yang sangat besar dan aku mendengar bahwa di situ ada ribut-ribut dan suara-suara yang mengerikan, kemudian aku melihatnya. Dan di situ ada orang-orang laki-laki dan perempuan yang telanjang serta dinyalakan api dari bawah, apabila api itu didekatkan kepada mereka maka menjeritlah mereka itu. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka itu?’ tetapi kedua orang itu berkata: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sungai yang berwarna merah seperti darah, dan di dalam sungai itu ada orang yang sedang berenang, dan di tepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu. Apabila orang yang berenang itu sudah sampai ke tepi, maka orang yang mengumpulkan batu itu mendekatinya kemudian ia membuka mulutnya lantas dimasukkanlah batu itu kedalam mulutnya. Setelah itu ia kembali berenang dan kembali lagi ke tepi. Setiap kali ia kembali ke tepi ia membuka mulutnya lantas dimasukkanlah batu ke dalam mulutnya. Aku bertanya kepada duaorang itu: ‘Siapakah orang-orang itu?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan seseorang yang sangat kejam dan di dekatnya ada api yang menyala dan ia selalu mengelilinginya. Aku bertanya kepada kedua orang itu: ‘Siapakah ini?’ Tetapi kedua oran itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sebuah taman yang luas, disitu penuh dengan berbagai macam bunga, dan ada orang yang tinggi yang hampir saja aku tidak bisamelihat kepalanya karena sangat tingginya. Dan di sekitar itu banyak anak yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku bertanya kepada kedua orang itu: ‘Siapakah orang ini dan siapakah anak-anak itu?’ Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita pergi, marilah kita pergi.’Maka kamipun melanjutkan perjalanan, kemudian kami mendapatkan sebuah pohon yang sangat besar dan sangat indahyang belum pernah aku melihat pohon yanng besar dan melebihi pohon itu. Kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Marilah kita naik.’ Maka kamipun menaiki pohon itu, kemudian kami mendapatkan sebuah istana yang terbuat dari batu emasdan permata, kami mendekati dan mengetuk pintu gerbang istana itu, lantas dibukakan pintu dan kamipun masuk ke dalamnya. Disitu kami disambut oleh orang-orang yang sangat tampan, tetapi ada juga orang-orang yang sangat jelek. Kedua orang itu berkata kepada orang-orang yang jelek: ‘Pergi dan mandilah di sungai itu!’Disitu memang terdapat sungai yang melintang dimana airnya sangat jernih. Maka merekapun pergi dan mandi di sungai itu. Setelah selesai mandi, mereka datang kepada kami dan mereka sudah tidak jelek lagi, bahkan mereka sudah sangat tampan. Kedua orang yang membawa aku berkata: ‘Ini adalah surga ‘Adn, dan inilah tempat tinggalmu nanti.’Kemudian aku melihat ke atas, dan kulihat sebuah mahligai seperti awan putih. Keduaorang itu berkata kepadaku: ‘Inilah tempat tinggalmu.’ Aku berkata kepada kedua orang itu: ‘Semoga Allah senantiasa memberkahi kalian berdua, tinggalkanlah aku karena aku akan masuk ke dalam mahligai itu.’ Kedua orang itu berkata: ‘Kalau sekarang belum saatnya kamu memasukinya.’Aku berkata kepada kedua orang itu: ‘Sejaktadi aku melihat beberapa keajaiban, maka apakah arti sebenarnya keajaiban-keajaiban itu?’Kedua orang itu berkata kepadaku: ‘Kini akan kuterangkan kepadamu. Adapun orang yang pertama, seseorang yang kepalanya dipukuli dengan batu, itu adalahorang yang mempelajari dan mengerti al-Qur’an kemudian ia tidak mengamalkan isinya, dan orang yang suka meninggalkan shalat fardlu.Adapun orang yang dibelah dari mulut sampai ke tengkuknya, itu adalah orang yang suka membuat berita bohong sehingga berita itu tersiar sampai kemana-mana.Adapun orang laki-laki dan perempuan yang telanjang di dalam tungku, mereka adalah orang-orang yang berbuat zina baiklaki-laki maupun perempuan. Adapun orang yang berenang di dalam sungai kemudian dimasukkan batu ke dalam mulutnya, ia adalah orang yang makan riba. Adapun orang yang sangat tinggi berada di taman, ia adalah Nabi Ibrahim, adapun anak-anak yang berada di sekitarnya, mereka adalah anak-anak yangmati dalam keadaan bersih (anak-anak yang mati ketika masih kecil).”

0 comments:

Post a Comment