"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepijurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk... Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudahdatang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat." (QS. Ali Imran: 103 dan 105)
Sebenernya semakin kita merasa paling benar akan logika dan pengetahuan semakin jauh juga orang melihat kebenaran.
Wahabi merupakan paham/golongan di nisbatkan kepada pendirinya yaitu Syekh Muhammad bin Abdul Wahab, Seorang ulama dari Najed Saudi Arabia. (Baca : Biografi Syekh Abdul Wahhab). Mungkin di Indonesia sudah acap kali di konotasikan negatif atau di cap "jelek" bahkan ada yang menganggapnya teroris. Hal ini berdasarkan dua sumber berbeda mengenai Wahabi, Wahabi yang sebenarnya sendiri ada di Arab Saudi dan mereka bukan teroris.
Wahabi pada asalnya bertujuan untuk pemurnian agama yang dibawa Rasulullah Saw dan para sahabat dimana pada jaman sekarang masyarakat yang cenderung percaya mitos dan takhayul seperti memohon atau meminta sesuatu kepada makam-makam. Tapi kesan negatif nya Wahabi menjalankan nya secara kaku dan tanpa toleransi seperti menghancurkan bangunan Masjid yang didalam nya ada makam seorang shaleh.
Setelah saya kaji dari beberapa sumber pertentangan ini muncul karena adanya kalangan yang MENGAKU WAHABI atau umat yang di tuduh bagian Wahabi. Kalangan NU sendiri merujuk pada buku Fitnatul Wahabiyah karya Sayid Zaini Dahlan melalui keterangan dari Mr. Hempher yang intinya Syekh Abdul Wahab adalah sekutu Inggris dan berlaku berlebihan mengenai agama seperti membunuh orang yang tak sesuai syariat dan menyatakan musyrik diluar golongan nya, penghancuran masjid, dilarangnya perayaan Maulid Nabi dan lain-lain.
Kalau kita tinjau lebih dalam Mr. Hempher ini orang kafir dan masih diragukan kebenaran nya selain itu tanggal lahir dan kematian Syekh Abdul Wahab tak sesuai dengan sejarah asli di buku Fitnatul Wahabiyah tersebut, jadi siapa wahabi yang dimaksud?
Allah berfirman, "Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. ar-Rum: 31-32)
Langkah terbaik untuk mengenali Wahabiyah yang asli adalah dengan datang ke tempat para wahabi tersebut yaitu Arab Saudi, dimana kerajaan Arab terbentuk pun itu karena campur tangan Wahabi juga, seperti yang di lakukan K.H Mustapha Ali (Imam Besar Masjid Istiqlal) dalam bukunya Titik Temu Antara NU dan Wahabi. Walau sangat miris masih ada yang membantah dan memaparkan bahwa tidak ada titik temu, padahal sudah dijelaskan oleh K.H Dr. Mustapha Ali sendiri memang ada perbedaan dan perbedaan itu tak harus dipermasalahkan seperti mengenai Dzat Allah.
Allah Swt berfirman, "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. al-Anfal: 46)
Tak akan mendapatkan penyelesaian tuk masalah ini karena kedua belah pihak baik mengaku Wahabi maupun NU merasa paling benar walaupun mereka berkata tuk saling memahami padahal dari jaman sahabat perbedaan pendapat atau pemahaman tak menjadi alasan perpecahan dari persatuan kita, Laa ilaaha Ilallah. . . Kita ini umat yang satu dengan Tuhan yang satu.
Masyarakat kita lah yang harus kita bina untuk tidak men cap yang berbeda pemahaman sebagai wahabi atau sebaliknya, kita harus melihat dari kalangan wahabi asli. Bahkan cucu dari Syekh Abdul Wahab sendiri sudah memaparkan bahwa Wahabiyah atau Salafi merujuk pada pemahaman Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayim Al Jauziyah serta ber madzab Imam Hambali dan hal yang di tuduhkan pada Wahabi tak benar.
Di akhir kita harap tak ada ego yang melatarbelakangi perselisihan tentang ini lagi, cara yang berbeda tentu pandangan orang pun berbeda walaupun tujuan nya sama.
Allahu Allam bissawab.....







0 comments:
Post a Comment