rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Friday, February 27, 2015

BENARKAH IMAN MU LEBIH MULIA

Oleh : Uwaiz Al Baihaqi

Assalamu'alaikum wr wb.

Bismillahirohmanirrohim
Alhamdulillahi robbil alamin
Allahuma Shalli Muhammad,

Baca komentar dari Fransisco Rukawa Akin dan Detektif Raflee mengingatkan saya pada kisah yang di ceritakan ustadz ke saya. Bahwa belum tentu yang sering shalat dan mengaji iman nya bisa sekuat seorang muallaf, Justru para muallaf bisa merasakan merinding dan bergetar saat membaca atau mendengar Al Qur'an sementara kita yang sering mendengarnya justru biasa-biasa saja. Memang keharusan manusia untuk memilih yang baik walaupun terkadang kita akan terbawa pada kegelapan dari kegelapan itu kita belajar banyak hal tapi bukan berarti kita harus memilih jalan gelap hehe ya jalan gelap psti kita hadapi dan seharusnya kita berusaha tuk kembali ke jalan yang diridhai Nya. :)

Al kisah ada seorang tua yang mempunyai penyakit yang dia tak tahu kemana agar bisa sembuh, lalu ada seseorang berkata padanya bahwa hanya Allah Swt yang bisa menyembuhkannya. Maka dicarilah olehnya Allah Swt,  dia berkelana kesana kemari mencari Allah tuk menyembuhkan penyakitnya(entah penyakit kulit atau apa aku lupa xD).

Dalam perjalanan dia bertemu dengan seorang kiyai(ulama) dan bercerita soal pnyakitnya serta perjalanannya menemui Allah swt.
"Baiklah, nanti jika bertemu Allah Swt tolong tanyakan di surga tingkat berapa aku kelak?" Kata yang Kiyai.
Si pak Tua sebut saja Herp, menganggukan kepala lalu melanjutkan perjalanan, Di tengah perjalan ia di hadang rampok, tapi naas ternyata rampok itu tak mendapatkan apa-apa karena di saku buruan nya hanya ada uang kertas 500 perak.
Lalu rampok itu pun menanyakan sebenarnya mau kemana si Kakek itu, sang kakek pun menjelaskan bahwa ia ingin menjumpai tuhan untuk menyembuhkan penyakitnya, Si rampok tertawa terbahak-bahak "Hahaha orang yang lucu, Kalau begitu jika kau bertemu Tuhan kelak! Tanyakan aku di neraka tingkat berapa nantinya?" Kata si Rampok.

Si kakek pun melanjutkan perjalanan sampai akhirnya bertemu seseorang yang bisa menyembuhkan nya, kata orang tersebut itu semua atas ijin Allah Swt. Si kakek pun menceritakan apa yang di laluinya selama perjalanan ke tabib tersebut.

Saat perjalanan pulang ia kembali bertemu dengan Kiyai yang dulu menanyakan ttg kedudukan nya di surga, maka si kakek bilang bahwa Kiyai itu akan masuk neraka. Seketika itu juga si Kiyai jdi murtad dan berpaling lalu mengerjakan amalan2 ahli neraka.

Selanjutnya si kakek juga bertemu dengan si rampok, lalu rampok itu menanyakan "Widih....Udah sembuh kek?" Seru nya pada sang kakek.

"Iya atas ijin Allah" Balas si kakek.
Lalu rampok menanyakan perihal dirinya yg akan dimasukan ke neraka tingkat mana?
Si kakek pun menjawab bahwa abang rampok itu termasuk golongan ahli surga. Berbahagialah si rampok maka rampok pun menjadi tobat dan mengerjakan amalan-amalan surga.

***
Dari cerita diatas dapat dilihat bahwa Si Kiyai telah takabur atau sombong berfikir dengan percaya dirinya bahwa bakal masuk surga bahkan ditanya surga tingkat berapa? Sementara si Rampok sadar diri dengan amalan nya dan brfikir dia pasti bakal masuk neraka....

Mutiara Hadits
"Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.”(Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalamBad’ul Khalq)

Semoga bisa di ambil hikmah nya,
Wassalam....

0 comments:

Post a Comment